Kata Mutiara

 "Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. Temukan kebahagiaan dengan memberi ", bila hati gembira segala penyakit akan berdiri jauh dari kita.
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Mei 2010

Sinopsis Buku - Satanic Finance

Buku ini di karang oleh Dirut Bank Muamalat, setelah baca buku ini maka kita jadi tahu kenapa kita jadi melarat kenapa krisis ekonomi terjadi

sinopsis :
Apa yang menyebabkan negara-negara berkembang yang sebetulnya sangat kaya sumber daya alam, namun ternyata hidup miskin, kelaparan dan dililit utang yang seakan-akan tak mungkin terbayar? Apakah semua itu merupakan kebetulan?

Menurut penulis buku ini, hal tersebut sama sekali bukan kebetulan, melainkan sesuatu yang didesain. Bencana finansial, demikian ia menyebutnya, tercipta bukan dari proses kebetulan, tapi kreasi dari para setan dan manusia-manusia yang menjadi agen binaannya.

Para pelaku satanic finance itu menggunakan ”Tiga Pilar Setan”, yakni fiat money, fractional reserve requirement, dan interest (bunga bank) untuk menghisap darah korbannya, khuusnya negara-negara berkembang.

Buku yang ditulis oleh pengarang The Celestial Management ini menggugah kesadaran baru betapa krisis ekonomi itu sengaja diciptakan. Penulis mengungkapkan cara setan merancang kehancuran ekonomi, siapa saja kolega mereka, dan apa saja trik-triknya.

- Fiat money : tahukah anda bahwa kita menggantungkan ekonomi kita hanya pada selembar
kertas yang kita namakan uang kertas (bank notes).

Tahukan anda bahwa sebenarnya kekayaan kita apabila kita punya banyak uang maka hanyalah ilusi karena uang kertas kita hanyalah kertas yang dijamin oleh pemerintah.

Tahukah anda bahwa tidak ada jaminan bahwa uang kita akan diganti oleh emas sesuai dengan
pengertian kita saat ini.

Tahukah anda apabila anada punya uang kertas (dollar) tidak akan bisa ditukar dengan emas
oleh pemilik dollar yaitu amerika.

“Tahukah anda bahwa export terbesar dari amerika adalah uang kertas dollar.

“Tahukah anda bahwa The Fed (federal reserve ) sebagai pencetak uang dollar adalah perusahaan swasta bukan milik pemerintah amerika.

- Fractional Reserve Requirement (FRR) : Persentase Cadangan minimal

Tahukah anda bahwa Bank bank termasuk bank sentral di seluruh dunia (termasuk kita) hanya menyediakan FRR 10% atau cadangan minimal kekayaan nya hanya 10%

-> artinya Bank hanya perlu cadangan modal 10 trilyun untuk mendapat kekayaan masyarakat 100 Trilyun.
-> artinya hanya ada kekayaan sebesar 10 Trilyun (antara lain emas) untuk membuat uang sebayak 100 Trilyun.
-> Makanya kalo semua nasabah mengambil uang simpanan di bank, bank tersebut tidak akan mampu membayar. Demikian pula negara. Kalo semua negara menguangkan devisa dollarnya maka si Banker yg punya dollar tidak akan mampu membayar.

- Interest : (bunga bank)

Anda sudah tau sendiri bahwa bunga bank adalah Riba…Bunga bank memperbesar kesenjangan antara si kaya dan si miskin anda tau kan bahwa sekali jadi orang kaya itu susah jadi miskin

Ketiga pilar ini disatukan maka, sesuai rumus ekonomi

MV=PY

dimana M : Jumlah uang kertas
V : Kecepatan uang beredar
P : Volume barang dan jasa yang ada
Y : rata-2 harga barang dan jasa

MV = Jumlah uang kertas yang beredar ( sektor moneter)
PY = Sektor Riil (jumlah nilai barang & jasa)

Apabila MV (jumlah uang beredar) terus ditambah (untuk menambal kekurangan anggaran misalnya) apabila dengan P yang tetap karena kapasitas produksi barang dan jasa terbatas
maka Y akan terus naik itulah inflasi. sampai kapan? sampae perekonomian kolaps dan terjadi pengguntingan uang kertas

Diceritakan dalam buku ini ada dua pulau dng dua suku masing-2 Tukus & Sukus. masing-masing suku makmur sejahtera dan punya emas banyak. Syahdan ada 2 orang baru datang. mereka memperkenalkan uang kertas ke suku tersebut. dan mereka menyimpankan emas penduduk dng ketentuan 1 uang kertas untuk 1 gram emas. di pulau terdapat 100.000 gram emas maka uang yg beredar adalah 100.000 uang kertas.

ditahun-2 pertama penduduk bisa menukarkan uang kertasnya dengan emas. Lama kelamaan karena terpercaya maka tidak ada yang menukar uang dengan emas lagi.

Nah orang baru tersebut menambah uang kertas sebanyak 900.000 shg jumlah uang menjadi 1.000.000. (tanpa ada emas sebgai penggantinya) uang tersebut dipinjamkan dengan bunga 15% pertahun. maka dalam satu tahun harusnya ada uang kertas
- 100.000
- 900.000 (yg dipinjamkan)
- 135.000 (bunga dr pinjaman 900.000)
total 1.135.000

padahal jumlah uang kertas yang ada hanya 1.000.000 darimana yg lain bisa mendapatkan 135.000? dari asset brooo… Rumah, tanah, …dll akan disita bertahun tahun kemudian semua aset akan menjadi milik orang baru tersebut intinya .. hanya bermodal mesin pencetak uang maka orang baru tersebut bisa menguasai aset di pulau tersebut.

Buku ini sangat bagus…
setelah mambaca dijamin melek kenapa kita terkena inflasi dan tambah lama tambah miskin
oohh sudah daku tulis ya bahwa .. Amerika rata-2 setiap hari mengexport 1,5 milyar Dollar uang kertas dan pencetak uang kertas dollar tersebut bukan pemerintah amerika !!! dan tidak ada kewajiban bagi amerika sbg pemilik dollar untuk menukar uang kertas dollar dengan emas !!!!!

Penulis : A Riawan Amin

Hermawan Kertajaya: Abaikan Etika, Bisnis Out

Praktik bisnis saat ini harus mengusung nilai-nilai etika dan spiritual. Meninggalkan nilai nilai ketuhanan dan kemanusiaan, jangan harap kegiatan bisnis berumur panjang. Pakar marketing dari Markplus Hermawan Kartajaya yang ikut meluncurkan The Celestial Management versi Inggris di hadapan The Chief Executive Officer Club beberapa waktu lalu menegaskan pentingnya nilai spiritual dalam dunia bisnis.

”Spiritual saat ini menjadi acuan dalam bisnis. Jika tak memperhatikan nilai etika, bisnis cepat mati,” kata Hermawan yang menjadi host dalam pertemuan The Jakarta Chief Executive Officer Club di The Mercantile Jakarta. Kasus Enron, atau bangkrutnya korporasi besar multinasional menjadi contoh bahwa bisnis bukan sekadar untuk mencetak laba. ‘’Honest atau kejujuran merupakan segalanya.’’

Penerapan nilai etika dan spiritual dalam bisnis, menurut Hermawan, menjadi kebutuhan belakangan ini. Krisis ekonomi serta situasi ekonomi global menjadi titik balik yang membawa nilai spiritual hadir kembali dalam kehidupan manusia termasuk bisnis. Karena itu, menurut dia, gagasan yang disampaikan Presiden Direktur Bank Muamalat Indonesia A.Riawan Amin dalam buku The Celestial Management merupakan hal universal yang harus diterapkan dalam semua segmen bisnis.

Krisis, kata Hermawan, membawa orang kembali kepada nilai spiritual. Tak terkecuali dalam menjalankan bisnis. Bisnis, kata Hermawan, bukan segalanya. Ada hal yang lebih bernilai dari itu. Itulah nilai etika berupa kejujuran, fairness, berbagi dengan sesama dan menghargai orang lain.

Hermawan mengaku sangat setuju dengan gagasan spiritualitas dalam bisnis. Spiritualitas, menurut dia, bukan hanya milik Islam. Namun yang dikembangkan Riawan Amin melalui The Celestial Management, menurut dia tetap merupakan wacana baru di tengah trend dan kebutuhan spiritualitas. ”Yang dituliskan dalam buku ini kan datang dari Alquran dan Hadis. Gagasan awalnya dari keimanan Islam. Tapi secara umum isinya universal dan diakui semua umat beragama.”

Hermawan mengakui bahwa kata Rahmatan Lil alamin yang pertama kali ia dengar dari Riawan Amin sangat benar maknanya. ‘’Ajaran Islam yang seperti ini ternyata sangat cocok.’’ Kata rahmatan lil alamin ia dengar pertama kali dari Riawan ketika datang ke BMI beberapa tahun silam untuk membantu manajemen. Hingga sekarang, universalitas Islam itu masih terngiang di telinganya.

Gagasan yang disampaikan CEO BMI itu juga sejalan dengan kampanye yang ia galakkan belakangan yakni wisdom in business. ‘’Kan intinya sama,’’ katanya. Ia mengemas tema wisdom in business dalam diskusi marketing dalam seminar dan siaran radio. Memorandum of Understanding tentang kajian wisdom in business sudah ditandatangani dengan pemimpin radio Delta FM beberapa waktu silam. Setiap Jumat, tema spiritual dan humanisme dalam kegiatan usaha akan menjadi topik bahasan.
‘’Sudah saatnya kita mengubah arah bisnis pada sesuatu yang lebih manusiawi,’’ katanya. Dan untuk mengaplikasikan spiritual values, katanya, ia setuju jika Riawan Amin orang-orang seperti Riawan Amin tak hanya duduk memimpin BMI tapi juga skala yang lebih luas. Dia bahkan setuju jika tokoh sekaliber Riawan bias duduk sebagai menteri pemberdayaan aparatur negara. Karena hanya dengan mengusung nilai spiritual, aparat bisa menjalankan fungsinya dengan benar tanpa korupsi, kolusi dan nilai ketidakjujuran lainnya.